Kitab Suci

 

KITAB SUCI

- KEKHASAN KITAB SUCI INI
- PENULISAN NAMA DIRI DAN ISTILAH-ISTILAH PENTING
    — Nama YAHWEH dan Nama YESUS
    — Sebutan Elohim
    — Penulisan Kata Torat
    — Penulisan Kata Gereja
    — Penulisan Beberapa Istilah Khusus Lainnya
    — Kesulitan Penerapan Ketentuan Bahasa Indonesia
    — Kesulitan Menerjemahkan Secara Literal Beberapa Ungkapan Bahasa Sumber
- CATATAN KAKI DAN KAMUS
- HAK CIPTA PENERJEMAHAN
- PENUTUP

 

KEKHASAN KITAB SUCI INI
GoTo Selection

Kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru versi ILT (Indonesian Literal Translation) adalah Kitab Suci yang memiliki kekhasan, yaitu menampilkan nama diri Tuhan Pencipta Alam Semesta, sesuai dengan apa yang tersurat dalam bahasa aslinya dan apa yang tersirat dalam bahasa tutur tokoh-tokoh Kitab Suci pada zaman Perjanjian Baru. Yang dimaksud dengan hal ini adalah penulisan tetragrammaton יהוה‎ dengan transliterasi YAHWEH. Dalam Perjanjian Baru, sungguhpun kebanyakan peneliti Kitab Suci mengasumsikan bahwa bahasa asli penulisannya adalah bahasa Yunani, di sana sini tetap kami munculkan nama YAHWEH, karena kami berpendapat bahwa di tempat-tempat tersebut pastilah yang dimaksud oleh para penutur bahasa (tokoh-tokoh Perjanjian Baru) pada waktu itu adalah YAHWEH itu sendiri.

Kekhasan lainnya dari Kitab Suci ini adalah versinya yang lebih mendekati literal. Maksudnya, para penerjemah Kitab Suci ini dalam anugerah Tuhan telah berusaha seliteral mungkin melakukan penerjemahan kata demi kata dari bahasa aslinya. Kitab Suci ini berusaha menampilkan agar setiap kata bahasa asli dapat muncul terwakili dalam bahasa Indonesianya, bahkan untuk kata yang oleh banyak orang dianggap tidak terlalu penting, yaitu kata hubung dan/tetapi/lalu/juga/bahkan/adapun/maka.

 

PENULISAN NAMA DIRI DAN ISTILAH-ISTILAH PENTING
GoTo Selection


 
Nama YAHWEH dan Nama YESUS
Karena יהוה‎‎ adalah nama diri Tuhan Pencipta Alam Semesta, maka Kitab Suci ini mentransliterasikannya dengan huruf kapital semuanya: YAHWEH. Begitu pula, karena YESUS adalah nama diri dari YAHWEH yang menjelma jadi manusia untuk menjadi Mesias sang Juruselamat, maka nama YESUS pun ditulis dengan huruf kapital semuanya: YESUS. Sedangkan untuk panggilan Roh Kudus, tidak ada nas dan analisa yang menyatakan bentuk nama diri-Nya, sehingga dua kata ini dituliskan dengan huruf kapital hanya pada awal setiap katanya saja: Roh Kudus. Demikian pula kata Kristus, oleh karena kata ini bukanlah nama diri, tetapi nama generik, maka kata ini dituliskan dengan huruf kapital hanya pada awalnya saja: Kristus.


 
Sebutan Elohim
GoTo Selection
 
Kata Elohim adalah nama generik, yang sebenarnya dapat diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa sasaran. Contoh ke dalam bahasa Yunani (dalam Septuaginta), kata ini diterjemahkan menjadi θεός / θεόν. Ke dalam bahasa Inggris, menjadi God. Tetapi ke dalam bahasa Indonesia terasa kurang pas bila diterjemahkan ilah (kecuali tentunya ketika kata elohim dalam naskah asli sedang benar-benar menunjuk ilah-ilah lain selain Yang Mahakuasa, maka kata itu memang tepat bila diterjemahkan ilah). Di sisi lain, kata Elohim ini rupanya mempunyai kekhasan, yaitu bentuknya jamak (nomina plural) tetapi fungsinya tunggal (selalu diikuti kata kerja dalam bentuk singular). Kekhasan kata ini memberi gambaran yang sangat akurat terhadap konsep ketuhanan orang Kristen, yaitu Trinitas. Inilah salah satu bukti mengapa orang Kristen mempercayai bahwa sejak zaman PL, Kitab Suci sudah menjelaskan konsep ketuhanan yang Tri-tunggal. Itulah sebabnya, sangatlah tepat apabila kata Elohim ini, mengingat bentuk dan fungsinya yang khas, tidak diterjemahkan, sebaliknya diupayakan untuk menjadi kata serapan dalam kosa kata baru bahasa Indonesia. Mengenai penulisan kata Elohim dalam PB, Kitab Suci ini mengambil HNT (Hebrew New Testament) sebagai sumber rujukan.


 
Penulisan Kata Torat
GoTo Selection
 
Kata תּוֹרָה (torat), yang dalam naskah sumber lebih punya makna pengajaran, dalam terjemahan ke dalam bahasa Yunani (Septuaginta) menjadi νομος / νομον dalam bahasa Inggris menjadi law dan dalam Kitab Suci ini dikembalikan pada transliterasi kata aslinya, yaitu: torat (KBBI: taurat). Kata ini sebenarnya sudah dipakai dalam versi-versi penerjemahan terdahulu, hanya saja, kata ini tidak konsisten dituliskan taurat, melainkan sering berganti dengan kata hukum, atau penggabungan keduanya (hukum Taurat). Dan sayangnya, setiap kali kata ini ditulis taurat, selalu ketika berada dalam konotasi negatip, sebaliknya ketika berada dalam konotasi positip, tidak ditulis taurat, melainkan hukum, sehingga menimbulkan kesan bahwa torat itu buruk/jelek. Padahal Tuhan YESUS tidak mengatakan demikian. Demi mengembalikan kepada makna yang benar, dan membangun kesan bahwa yang buruk/jelek bukanlah toratnya, melainkan pelaksanaannya yang bersifat legalistik, maka semua kata תּוֹרָה (torat) dan kata νομος / νομον dalam Kitab Suci ini dituliskan: torat.


 
Penulisan Kata Gereja
GoTo Selection
 
Kitab Suci ini mengemukakan kata gereja (εκκλησία) sesuai dengan apa yang ada. Sebuah kata yang sangat penting dan menduduki posisi sentral dalam kosa kata Kristiani, tetapi sayang tidak tertulis dalam Kitab Suci versi-versi terdahulu. Kata ini perlu diekspos dalam Kitab Suci, supaya pengertiannya secara teologis tidak kabur, sebagaimana anggapan dunia sekuler sekarang ini. Dunia sekuler memaknai gereja hanya sebagai bangunan/gedung. Padahal makna εκκλησία (gereja) yang sesungguhnya adalah “orang atau umat yang dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang Tuhan yang ajaib”. Kata ini ke dalam bahasa Spanyol ditransliterasi menjadi iglesia, dan ke dalam bahasa Portugis menjadi igreja, lalu ke bahasa Indonesia menjadi gereja.


 
Penulisan Beberapa Istilah Khusus Lainnya
GoTo Selection
 
Kata ευαγγελιστής (penginjil) juga diungkap dalam Kitab Suci ini. Begitu pula dengan istilah mengampunkan dosa/kesalahan, istilah ini dipakai dengan pengertian bahwa yang diampuni adalah manusianya, sedangkan dosa/kesalahannya diampunkan.


 
Kesulitan Penerapan Ketentuan Bahasa Indonesia
GoTo Selection
 

Berhubung Kitab Suci berada dalam ranah teologis, maka bahasa Kitab Suci pun berada dalam ranah yang bersifat teologis. Ada premis khusus seperti misalnya dalam penulisan huruf kapital. Huruf kapital pada umumnya ditulis untuk menunjukkan kebesaran/keagungan/ketuhanan, selain untuk menuliskan nama diri. Hal-hal lain di luar itu, tidak perlu dituliskan dengan huruf kapital, karena bisa menimbulkan tafsir bahwa yang diungkapkan dengan huruf kapital itu adalah sesuatu yang bersifat ketuhanan, padahal sesungguhnya belum tentu demikian. Itu sebabnya penulisan huruf besar selain untuk nama diri, agak dihindari dalam Kitab Suci ini. Dan hal ini, pada kasus-kasus tertentu dapat menjadi anomali terhadap ketentuan bahasa Indonesia yang baku.

Sebagai contoh, penulisan sapaan: anakku atau bapakku (untuk manusia biasa), Kitab Suci ini tidak menulisnya dengan huruf kapital, padahal seharusnya diawali dengan huruf kapital. Penulisan letak/ penunjuk/tempat geografis, contoh: sungai Nil, lembah Yordan. Kata sungai dan lembah tidak ditulis dengan huruf kapital, padahal seharusnya diawali dengan huruf kapital. Penulisan raja Mesir, raja Israel, kata raja di sini tidak ditulis dengan huruf kapital, padahal dalam kasus ini seharusnya diawali dengan huruf kapital. Kasus lain adalah penulisan istilah teologis yang sudah sangat terkenal: Juruselamat. Jelas, penulisan secara demikian menyalahi ketentuan bahasa Indonesia baku (seharusnya: Juru selamat). Tetapi oleh karena sudah menjadi premis teologis, maka Kitab Suci ini pun tetap menulisnya dengan: Juruselamat. Demikian pula penulisan kata mezbah (seharusnya: mazbah), kata lenan (seharusnya: linen), dan penulisan kata torat (seharusnya : taurat), dan lain-lain.


 
Kesulitan Menerjemahkan Secara Literal Beberapa Ungkapan Bahasa Sumber
GoTo Selection
 
1. Kata a son of …year (lit.: anak dari…tahun), diterjemahkan berumur (2Taw 25:1).
2. Kata ארךְ אפּ (lit.: panjang muka/wajah), diterjemahkan panjang sabar (Ams 25:15).
3. Kata הקר (lit.: buatlah berharga), diterjemahkan buatlah…jarang (Ams 25:17).
4. Kata פי־חרב (lit.: mulut pedang), diterjemahkan mata pedang (Kej 34:26), dan lain-lain.

 

CATATAN KAKI DAN KAMUS
GoTo Selection

Kitab Suci ini menyajikan beberapa catatan kaki untuk kata-kata yang penting dan kata-kata yang penerjemahannya agak berbeda dengan makna literalnya, demikian pula untuk kata-kata yang versi-versi lain memuat hasil penerjemahan yang berbeda. Semuanya ini berguna sebagai bahan pembanding semata. Untuk itu, pada umumnya setiap catatan kaki mengandung kata bahasa asli dari sumber MT (Masoretic Text) atau RT (Received Text) dan hasil terjemahan JGLT (Jay Green Literal Translation). Kamus yang tersedia dalam Kitab Suci ini belum sempurna benar, mudah-mudahan dalam edisi selanjutnya dapat dilakukan penyempurnaan.

 

HAK CIPTA PENERJEMAHAN
GoTo Selection

Kitab Suci adalah Firman Tuhan, dan Firman Tuhan tidak dapat dianggap sebagai hak cipta oleh siapa pun. Firman Tuhan adalah public domain. Sebab itu perlu dijelaskan di sini, bahwa pendaftaran hak cipta penerjemahan oleh Yayasan Lentera Bangsa, bukanlah bermaksud hendak mengklaim bahwa Kitab Suci ini adalah hasil ciptaan Yayasan Lentera Bangsa. Kitab Suci adalah ciptaan Tuhan sendiri. Yayasan Lentera Bangsa hanya melakukan penerjemahan. Oleh karenanya, Yayasan Lentera Bangsa mengumumkan di halaman dalam sampul, bahwa Kitab Suci ini dapat digandakan/diperbanyak oleh siapa pun juga, kecuali dengan maksud untuk mencari keuntungan material, maka pihak tersebut harus terlebih dahulu memberitahu secara tertulis kepada Yayasan Lentera Bangsa. Adapun hak cipta penerjemahan itu perlu didaftarkan, demi memberi perlindungan kepada Yayasan Lentera Bangsa yang telah bersusah payah melakukan penerjemahan, jangan sampai hak-haknya untuk menerbitkan dan memasarkannya ditutup/ditiadakan oleh pihak-pihak lain.

 

PENUTUP
GoTo Selection

Dengan rasa hormat dan penuh kasih kepada Bapa YAHWEH dalam nama Tuhan YESUS Kristus dan dalam bimbingan Roh Kudus, yang telah memberikan hak istimewa kepada kami untuk bekerja sama dengan-Nya dalam rangka penerjemahan dan penerbitan Kitab Suci ini, maka kami mempersembahkan Kitab Suci ini kepada Gereja di Indonesia. Kami berdoa kiranya anugerah dan berkat Tuhan tercurah dengan berkelimpahan kepada semua pengguna Kitab Suci ini.

Shalom!
YAYASAN LENTERA BANGSA
Jakarta, 6 Oktober 2007.

Bagaimana mendapatkan Kitab Suci Indonesian Literal Translation (KS-ILT) by Yayasan Lentera Bangsa (YaLenSa)?
Buat surat pesanan, tujukan ke :
e-Mail : yalensa@yahoo.com

Saran dan Komentar ditujukan ke:
e-Mail : ks_ilt@yahoo.com