About

 

About KS-ILT by YaLenSa
GoTo Kitab Suci Indonesian Literal Translation (KS-ILT) by Yayasan Lentera Bangsa (YaLenSa) main page

BAGAIMANA KITAB SUCI INI BERADA DI TANGAN SAUDARA
    — Latar Belakang
    — Penyatuan Visi untuk Melaksanakan Penerjemahan
    — Langkah-Langkah Persiapan
PENGANTAR
    — Pemilihan Versi Terjemahan
    — MOU dengan Jay P. Green
    — Tim Penerjemah
    — Proses Penerjemahan

 

BAGAIMANA KITAB SUCI INI BERADA DI TANGAN SAUDARA
GoTo Selection


 
Latar Belakang
GoTo Selection
 
Kitab Suci berisi firman Tuhan yang sanggup memberi kehidupan dan membangkitkan iman para pembacanya. Oleh karenanya, kita patut bersyukur kepada Tuhan atas berkat-Nya yang memungkinkan kita dapat membaca Kitab Suci dalam bahasa Indonesia. Kita juga mensyukuri dan terus mendoakan lembaga-lembaga yang telah sekian lama melaksanakan penerjemahan dan penerbitan Kitab Suci di Indonesia, yang telah sangat menjadi berkat bagi bangsa ini. Namun demikian, mengingat akan kebutuhan untuk memunculkan kembali nama diri Tuhan Pencipta Alam Semesta di dalam Kitab Suci, sebagaimana fitrahnya sebuah nama diri, yang tidak selayaknya diterjemahkan, maka beberapa kalangan telah berusaha memohon dan mendesak kepada lembaga-lembaga penerjemahan/penerbitan Kitab Suci yang ada, untuk dapat menerbitkan Kitab Suci yang menuliskan nama YAHWEH. Akan tetapi, karena satu dan lain hal, permohonan-permohonan itu tidak mendapat jawaban yang memuaskan.


 
Penyatuan Visi untuk Melaksanakan Penerjemahan
GoTo Selection
 
Oleh karena beberapa kalangan menganggap bahwa hal tersebut di atas adalah kebutuhan yang sangat mendesak, maka mereka mulai mengadakan berbagai pertemuan terbatas untuk menggagas sebuah pertemuan yang lebih besar guna membahas masalah tersebut secara lebih komprehensif. Maka pada tanggal 12-13 Februari 2004 diadakanlah Sarasehan Penerjemahan Kitab Suci diWisma Kinasih, Caringin, Jawa Barat, yang dihadiri oleh lebih kurang 250 hamba-hamba Tuhan dan para pendoa syafaat dari berbagai denominasi gereja, baik dari Jakarta maupun dari daerah-daerah lainnya. Hasil sarasehan tersebut mengarah pada penyatuan visi dan keputusan untuk menerjemahkan Kitab Suci dalam versi yang lain.


 
Langkah-Langkah Persiapan
GoTo Selection
 
Untuk menaungi usaha penerjemahan/penerbitan tersebut diperlukan sebuah institusi resmi. Maka langkah pertama yang ditempuh adalah mendirikan sebuah Yayasan, yang diberi nama Yayasan Lentera Bangsa. Yayasan ini didirikan berdasarkan Akta Notaris Hartanti Kuntoro, SH. No.3 tanggal14 Mei 2004 dengan Akta Perbaikan No. 4 tanggal 30 Juli 2004. Yayasan Lentera Bangsa mendapatkan pengesahan dari Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Nomor: C-607.HT.01.02.Th 2004 tertanggal 8 September 2004, dengan Tambahan Berita Negara RI tanggal 19/10-2004 No.84. Selanjutnya, Yayasan Lentera Bangsa mendaftarkan diri kepada Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Departemen Agama Republik Indonesia, dan menerima Keputusan Dirjen Bimas Kristen Departemen Agama RI bernomor: DJ III/Kep/HK/00.5/308/3171/2005 tertanggal 29 September 2005.

 

PENGANTAR
GoTo Selection

Setelah institusi resmi didirikan, maka mulailah kami mencari dan mengumpulkan tenaga-tenaga penerjemah yang kompeten dan bersedia melaksanakan tugas mulia ini. Sementara itu kami juga berusaha mencari naskah acuan, karena untuk usaha penerjemahan ini kami harus menetapkan naskah sumber yang mana yang akan dijadikan acuan, berhubung banyaknya naskah sumber yang dipakai oleh para penerjemah Kitab Suci pada umumnya. Maka akhirnya, kami sepakat untuk memilih naskah-naskah sumber yang sejauh ini dipakai oleh KING JAMES VERSION (KJV), yaitu yang dipakai juga oleh The Interlinear Bible (Jay P. Green), yaitu Masoretic Text (naskah sumber berbahasa Ibrani untuk PL) dan Textus Receptus (naskah sumber berbahasa Yunani untuk PB). Akan halnya dalam PB Kitab Suci ini memuat juga nama YAHWEH, hal itu oleh karena kami juga mengambil HNT (Hebrew New Testament) sebagai rujukan.


 
Pemilihan Versi Terjemahan
GoTo Selection
 
Sangat besar anugerah Tuhan bagi kami yang ketika itu bingung menentukan versi Kitab Suci apayang akan kami terbitkan. Namun melalui internet, kami dapat berkomunikasi dengan Bapak Jay P.Green, Sr. dan dapat mengenal beliau sebagai penerjemah Kitab Suci yang kukuh berpegang pada prinsip penerjemahan literal. Inilah petunjuk Tuhan bagi kami, versi literal inilah yang akhirnya kami tetapkan sebagai pilihan, sekalipun kami sadar bahwa tidaklah mungkin sebuah penerjemahan Kitab Suci dapat menghasilkan terjemahan dalam bahasa sasaran secara literal seratus persen. Oleh karenanya pula, untuk versi ILT (Indonesian Literal Translation) ini, kami menambahkan dengan sedikit keterangan, “…lebih mendekati literal”.


 
MOU dengan Jay P. Green
GoTo Selection
 
Untuk merealisasi kerjasama dengan Bapak Jay P. Green, Sr, maka kami menemui beliau di Lafayette, Indiana, USA. Dan dalam pertemuan tersebut akhirnya kami, Yayasan Lentera Bangsa, dan Bapak Jay P. Green, Sr. selaku pemegang copyright The Interlinear Bible, telah menyepakati dan menandatangani sebuah MOU tertanggal 21 September 2005. Beliau juga meminta agar kedua edisi lainnya dari Kitab Suci yang beliau terbitkan, yaitu: A Literal Translation of the Bible dan KJ3-Literal Translation Bible, turut dicantumkan sebagai naskah acuan pada hasil terjemahan yang akan kami terbitkan.


 
Tim Penerjemah
GoTo Selection
 
Tim Penerjemah Kitab Suci ini merupakan komposisi dari beberapa orang yang mengasihi dan takut akan Tuhan serta bertanggung jawab. Di samping itu mereka memang terpilih karena kualifikasi mereka dalam penguasaan: bahasa Ibrani, bahasa Yunani, bahasa Inggris, bahasa Indonesia dan teologi. Dari tim ini, ada sebagian yang hanya bertugas sebagai penerjemah saja, tetapi sebagian lagi terusmelaksanakan tugas sebagai korektor dan editor. Namun, dalam pekerjaan yang kudus ini, para penerjemah sadar betul, bahwa kekuatan dan kemampuan mendasar yang menopang mereka adalah yang berasal dari Roh YAHWEH sendiri. Kekuatan dan kemampuan yang Tuhan infuskan kepada para penerjemah itulah yang memungkinkan mereka dapat merampungkan tugas yang dipercayakan itu dengan baik.


 
Proses Penerjemahan
GoTo Selection
 
Setelah melakukan penerjemahan, maka terhadap naskah-naskah hasil terjemahan tersebut dilakukan koreksi oleh para korektor, yang umumnya mempunyai kemapuan eksegese yang tinggi, atau paling tidak, mereka dibantu oleh alat bantu seperti “Bible Work”. Terhadap hasil ini masih diadakan beberapa kali koreksi silang di antara para korektor. Setelah itu, terhadap naskah tersebut dilakukan editing. Proses ini merupakan proses yang paling berat dilakukan, oleh karena di sinilah problema problema penerjemahan yang paling serius muncul. Hal itu umumnya berkaitan dengan nas-nas yang sulit diterjemahkan, yang ternyata menurut keterangan berbagai sumber yang dapat dipercaya, hal itu terjadi akibat kerusakan naskah sumber (karena tua dan lapuk, sehingga ada penggalan-penggalan yang hilang, atau karena kesalahan pada saat penyalinan/transmisi oleh tangan para penyalin yang tentu saja masih menggunakan peralatan tulis sederhana dan kuno). Namun setiap persoalan akhirnya dapat ditemukan jalan keluarnya lewat diskusi-diskusi yang alot. Belum lagi keputusan-keputusan penting untuk penyeragaman istilah-istilah agar konsisten, juga penyelarasan berbagai ketentuan dan langgam bahasa Indonesia. Maka pada tahap ini paling sering terjadi diskusi berkepanjangan. Karena seringkali ditemui fakta bahwa ketentuan-ketentuan bahasa sasaran tidaklah mudah untuk diterapkan dalam ranah teologi. Sesudah tahapan itu, naskah-naskah tersebut dicetak secara terbatas untuk diberikan kepada pembaca umum. Hasil dan masukan dari pembaca umum ini, melalui diskusi para editor dipertimbangkan untuk diterima atau diabaikan. Kemudian setelah itu naskah diformat dalam format cetak yang akan diterbitkan. Setelah itu, dilakukan lagi pencetakan terbatas untuk diberikan kepada para korektor format. Dan setelah diadakan perbaikan-perbaikan yang diperlukan dalam format cetak tersebut, maka naskah telah siap untuk dicetak. Dari proses ini dan dari pendapat beberapa ahli, nyatalah bahwa penerjemahan Kitab Suci bukanlah sesuatu yang dapat terjadi sekaligus sempurna. Agaknya, sebuah hasil penerjemahan Kitab Suci itu, perlu selalu mengalami editing ulang, dan editing ulang lagi. Jadi, apabila dalam edisi pertama ini, para pembaca masih mendapatkan banyak kesalahan, mohon agar hal tersebut diinformasikan secara tertulis kepada kami, supaya pada cetakan berikutnya kami dapat menerbitkan edisi perbaikan.

Shalom!
YAYASAN LENTERA BANGSA
Jakarta, 6 Oktober 2007.

Bagaimana mendapatkan Kitab Suci Indonesian Literal Translation (KS-ILT) by Yayasan Lentera Bangsa (YaLenSa)?
Buat surat pesanan, tujukan ke :
e-Mail : yalensa@yahoo.com

Saran dan Komentar ditujukan ke:
e-Mail : ks_ilt@yahoo.com