Articles

YAHWEH, Nama Tuhan yang Harus Diingat Kembali


YAHWEH, Nama Tuhan yang Harus Diingat Kembali
YAHWEH, the name of the Lord that must be remembered

Yeremia 23:25-27:
“Aku telah mendengar apa yang diucapkan para nabi, …, dalam hati para nabi yang menubuatkan dusta; …. Yang berencana untuk membuat umat-Ku melupakan Nama-Ku …, sebagaimana yang leluhur mereka telah melupakan Nama-Ku karena Baal”

Hanya sedikit orang Kristen mengetahui bahwa Nama Tuhannya (selain YESUS Kristus, Nama Tuhan ketika berinkarnasi jadi manusia) adalah YAHWEH (Tetragrammaton: יהוה‎‎ ). Hal ini juga diakui oleh Dr. Daud H. Soesilo, seorang konsultan United Bible Societies, dalam makalahnya yang berjudul, “Terjemahan Nama-Nama Ilahi dalam Alkitab”, mengatakan, “Seringkali penerjemahan nama-nama Ilahi dalam Alkitab merupakan suatu masalah yang rumit bagi banyak penerjemah. Semua penerjemah harus menghadapinya saat mereka mulai menerjemahkan dengan serius. Hal ini juga dapat menjadi masalah yang sulit dan dapat menyebabkan perpecahan bagi tim penerjemah.”

Article ini menyajikan pentingnya umat Tuhan untuk mengingat kembali name yang penuh kuasa, YAHWEH, (Tetragrammaton: יהוה‎‎ ).



Download Article sepenuhnya disini

by Jahja Iskandar

Mengapa Nama itu Penting?

Mengapa Nama itu Penting?

Yang paling fundamental, nama adalah identitas pribadi,untuk kepemilikan dan perjanjian. Setiap perjanjian harus ada namanya. Secara sistematis nama Tuhan telah di keluarkan dari banyak terjemahan kitab suci. Nama Tuhan kita di dalam kitab suci itu sangat penting karena:
1. Menunjuk kepada sumber pribadinya
2. Kepemilikan atas kita karena kita telah ditebus
3. Kitab suci kita juga berisi perjanjian Tuhan

Contoh anak yatim piatu. Sudah pasti ada bapak ibunya. Tapi klaim kepemilikannya tidak ada. Anak siapa? Siapa bapaknya?
Ada yang bilang nama tidak penting, Tuhan tidak ada namanya, orang Israel saja tidak menyebut bebas nama Tuhannya
Ini semua argument yang tidak masuk akal!
Masa Tuhan kita tidak ada namanya? Masa nama tidak penting? Kalau nama diri tidak penting, coba kita semua tidak usah punya nama, pasti kacau. Rumah anda bisa di serobot orang.
Orang Israel juga tidak percaya kalau Yesus itu Tuhan. Masa kita mau ikut mereka?

Keluaran 3:14-15 Kitab suci Indonesian Literal Translation (KS-ILT):
14
Dan berfirmanlah Elohim kepada Musa, “Aku Ada Yang Aku Ada.” Lalu Dia berfirman, “Engkau akan mengatakan hal ini kepada bani Israel: Aku Ada, telah mengutus aku kepadamu.”
15
Dan Elohim berfirman lagi kepada Musa, “Katakan demikian kepada bani Israel: YAHWEH, Elohim leluhurmu, Elohim Abraham, Elohim Ishak, dan Elohim Yakub, telah mengutus aku kepadamu. Itulah Nama-Ku untuk selamanya dan itulah pengingat bagi-Ku turun-temurun.”

Lihat kan ayat 15, YAHWEH, itulah namaKU. Juga harus di ingat! Itu perintah langsung dari Tuhan sendiri. Coba perhatikan, “itulah pengingat bagiKU turun temurun”. Jadi tidak boleh di hapus apalagi diganti. Harus di ingat!

Pengucapan namaNYA
Ada yang bilang pengucapannya sudah hilang, tidak ada yang tahu. Karena dalam tulisan aslinya cuma YHWH. Ada yang bilang JEHOVAH.
Pengucapan yang benar adalah YAHWEH. Diucapkan turun temurun oleh bangsa Israel.

Reference: Encyclopedia Judaica, vol. 7, Keter Publishing House, Jerusalem, Israel, the Macmillan Company, Jerusalem, 1972, p. 680

Kata Hallelu YAH
YAH nya YAHWEH

Nama Yesus yang dalam bahasa Hebrewnya: Yeshua Hamashiakh
Harusnya nama diri tidak berubah waktu di terjemahkan ke bahasa lain.
Jadi YAHWEH atau Yeshua Hamashiakh harusnya tetap.

YAHWEH adalah Yeshua Hamashiakh
In John chapter 14, Yeshua said, “I AM the way, and the truth, and the life; no one comes to the Father but through Me. If you had known Me, you would have known My Father also; from now on you know Him, and have seen Him.” (John 14: 6-7)

Lihat ayat 7 “If you had known Me, you would have known My Father also; from now on you know Him, and have seen Him”
Kalimat terakhir: telah melihat DIA. Jadi melihat Yeshua sama dengan melihat YAHWEH.

Sangat penting untuk tidak menghapus, mengganti atau menambah nama Tuhan kita. Jangan juga menggandeng nama Tuhan kita dengan nama ilah lain atau nama asing. Biarlah namaNya di kuduskan!

Jadi jangan kita hilangkan Nama YAHWEH dan Yeshua Hamashiakh dari kitab suci kita karena kitab suci kita itu berisi nama pemilik kita, perjanjian DIA dengan kita.
Kitab suci kita tanpa namaNYA tidak ada artinya.

by Independent Contributor